Hidup Bukan Soal Kesibukan Tetapi Produktifitas

tulisan saya buat ini adalah sekedar mengingat dan pengingat bagi saya sendiri mengenai kesibukan. kita dikaruniai waktu oleh Tuhan yang Maha Kuasa adalah 24 jam sehari. Dan setiap kita memiliki jatah waktu setiap hari yang sama. Baik orang kaya orang miskin, Orang kudus orang berdosa, Orang sukses Orang gagal, Orang suka kerja orang Suka ngeluh, Orang Pintar Orang Bodoh. semua kita memiliki waktu yang sama.

Yang membedakan semua nya itu adalah mengenai bagaimana kita mengelola waktu itu sendiri. Ada yang mengeluh waktu 24 jam terlalu kurang, tetapi di sudut dunia lain waktu 24 jam sangat terlalu banyak sehingga banyak dihabiskan di kasur dan membuka gadget nya. Apakah betul waktu itu terlalu kurang atau waktu itu berlebihan.

Jawabnya adalah simple, waktu 24 jam selama 1 hari di dunia ini adalah cukup. kalau Mengingat pelajaran Fisika, bahawa Bumi berputar pada porosnya yang disebut rotasi bumi dengan sudut putar 360 derajat dan setiap jam nya berputar 15 derajat setiap jamnya. Kalau kita bagi, waktunya aps yaitu 24 Jam sehari.

persoalan timbul adalah bagaimana kita menggunakan waktu kita, kalau mau jujur kita perlu merenungkan apa yang sudah kita perbuat dengan waktu 24 jam setiap hari. kita selalu berkata aku sibuk, aku sibuk, ga ada waktu, dan sebagainya. Padahal soal waktu hanya bicara prioritas. *mungkin lain kali saya akan bahas prioritas *

kali ini saya akan bahas tentang kesibukan, aku sibuk. apakah tidak boleh sibuk atau apakah kita hanya boleh santai-santai ? Kesibukan atau menyibukkan diri dengan banyak hal tidak salah, tetapi kita harus pilah kesibukan yang seperti apa. Orang yang tidur sepanjang waktu bisa saja menyebut dirinya sibuk, yaitu sibuk tidur. Orang yang sedang main instagram, lihat insta story, wa story, faceboo story juga bisa disebutkan bahwa ia sedang sibuk.

kalau mau jujur, menurut saya waktu kita banyak untuk membuat kesibukan tetapi lupa bahwa kesibukan kita tidak membuahkan hasil apa-apa. Jujur saja, apa yang kita dapat dengan banyak waktu di sosial media. Apa yang kita dapatkan ? kita hanya jadi penonton saja, dan tidak mendapatkan apa-apa.

Yang perlu kita garis bawahi adalah bukan kesibukan tapi produktifitas, tidak ada masalah kalau anda sibuk dengan sosial media, tetapi yang harus kita perhatikan apa yang sudah kita hasilkan? uang kah, atau materi kah atau konten kah ?

kalau kita mau berkembang, jangan jadi orang yang pasif (kalau dahulu jadi orang pasif, anggap saja belum tau) penikmat konten tidak sama dengan pembuat konten. pengikut tren tidak sama dengan pencipta tren. selama kita hanya jadi orang pasif, maka kita akan selalu jadi orang yang disibukkan dengan banyak hal tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

so, jadilah orang yang aktif .

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.